Sabtu, 06 Agustus 2011

KEPEMIMPINAN KRISTEN YANG BERASIL

KEPEMIMPINAN KRISTEN YANG BERASIL
Pemimpin muda Gereja Dalam Era Globalisasi. Menghadapi tantangan pelayanan yang besar dalam era informasi atau purnamodern ini para pemimpin muda Gereja tidak boleh terhanyut pada tujuan yang sesat, hanya mencari popularitas, keuntungan materi, atau kepentingan pribadi. Falsafah dan peran kepemimpinan Kristen masa kini haruslah dibangun berdasarkan prinsip Alkitab dan dengan memperhitungkan tantangan zaman ini. Ada beberapa prinsip yang dapat menjadi pedoman bagi kepemimpinan Kristen muda yang sukses pada masa kini.
1. Wibawa kepemimpinan muda berdasarkan karakter yang baik.
Dalam I Tim 4:12 Paulus menasehati Timotius, “Jangan seorangpun menganggap engkau rendah karena engkau muda.” Paulus menasehati demikian karena Timotius gembala yang relatif muda (30-40 tahun) atau penakut. Sebaliknya ia harus memenangkan hormat anggota dengan cara menjadi teladan atau memiliki kepribadian/karakter yang benar, bukan melalui gelar akademis, tipu muslihat atau cara lain. Adanya kriteria bagi para pemimpin gereja juga menegaskan prinsip ini (I Tim. 3:1-13)
2. Menjadi teladan bagi orang-orang percaya.
Pemimpin muda Kristen tidak mungkin orang yang sempurna, namun ia dapat menjadi teladan bagi anggotanya. Menurut ayat di atas keteladanan itu dalam perkataan, tingkah laku (dalam arti luas), kasih, kesetiaan, kesucian (bukan hanya dalam hal seksualitas, tapi juga kesucian dan integritas hati, serta tingkah laku). Prinsip keteladanan ini sangat ditekankan Paulus (I Kor. II:1; Fil. 3:17). Ini merupakan prinsip pemuridan yang fundamen dalam kekristenan. Dapatkah seorang pemimpin gereja mengajar dan mempengaruhi anggota jika teladannya tidak bersesuaian dengan ajarannya? Itu sebabnya mengapa mengawasi diri tidak terlepas dari mengawasi ajaran (I Tim. 4:16).

3. Menjadi komunikator kebenaran.
Paulus menasehati agar Timotius bertekun dalam membaca Alkitab, membangun dan mengajar (I Tim 4:13). Ini merupakan tugas publik Timotius dan menjadi jalan untuk menghadapi ajaran sesat pada saat itu (2 Tim. 3:14-17). Mengajar merupakan tugas yang penting bagi pemimpin gereja di dalam era informasi ini. Sebab melaluinya worldview dan doktrin yang benar dapat ditanamkan dalam kehidupan para anggotanya, penyesatan dapat ditangkal, informasi yang membingungkan dan menyesatkan dapat dihadapi dengan sehat.
4. Yang berhati menggembalakan .
Tanggung jawab utama para pemimpin gereja adalah menggembalakan umat/anggota yang dipanggil Tuhan (1 Ptr. 5:3). Ini berarti memperhatikan kesejahteraan rohani umat agar mereka dapat hidup dalam ketaatan kepada kehendak Allah. Keadaan zaman ini memungkinkan banyak orang tersesat dan harus dibimbing menerima Yesus, orang yang lemah iman perlu dikuatkan, anggota yang dilanda problema perlu dibimbing mendapatkan kemenangan, dan masih banyak problema lain yang menuntut tanggung jawab penggembalaan dari gembala umat.
5. Mengenal nilai dan arah zaman.
Para pemimpin harus memimpin dan menggembalakan warga umat menuju tujuan sebagaimana yang dikehendaki Tuhan bagi gerejaNya. Di samping memiliki kehidupan yang benar dan setia kepada firman Tuhan, para pemimpin gereja patut mengenal nilai dan arah zamannya. Dengan kata lain, memiliki sensitivitas terhadap kebudayaan zamannya. Pengenalan ini akan membantu pemimpin gereja merumuskan dan mempertajam visi pelayanan dan meningkatkan efektivitas penginjilan di tengah zamannya. Ini berimplikasi bahwa para pemimpin gereja secara progresif terus meningkatkan kualitas (Keutuhan) kerohanian dan wawasannya.
6. Membangun pelayanan yang berdasarkan kerjasama tim.
Dalam era globalisasi yang multi tantangan ini mustahil seorang pemimpin sanggup memikul seluruh tanggung jawab seorang diri saja. Zaman ini tidak memerlukan kepemimpinan yang hanya mengandalkan figur dan kharisma seorang pemimpin saja. Tantangan yang besar dan berdimensi luas harus diatasi melalui kerjasama di antara para pemimpin gereja, antara pemimpin dan anggota, dan antar kauam muda sesama sendiri. Sudah saatnya orang Kristen melayani sebagai suatu jejaring kerja yang luas di tengah dunia ini.
Tantangan pelayanan dalam era informasi ini memang sangat besar dan berdimensi luas yang menyangkut bidang teologi, filosofi, kebudayaan, sosial, ekonomi, praktika, dsb. Namun para pemimpin kaum muda harus bersandar pada Kristus. Sang Gembala Agung, yang telah berjanji tentang gerejaNya bahwa “alam maut tidak akan menguasainya.” Bagian tanggung jawab pemimpin muda masa kini adalah terus mengawasi dinamika pertumbuhan dirinya, pengajarannya, dan tanggung jawab penggembalaan yang dipercayakan kepadanya, hingga satu hari kelak ia memperoleh hadiah dan pujian dari Tuhan Yesus sendiri.

KRITERIA YANG PERLUH PENUHI OLEH SEORANG PEMIMPIN YANG SUKSES.
Syarat-Syarat menjadi Pemimpin Kristen yang sukses adalah sebagai berikut : Setiap orang yang inging menjadi pemimpin harus memenuhi : Syarat Rohani, Syarat Sosial, Syarat Moral, syarat kepemimpinan, dan syarat akademik
1. Syarat rohani
Syarat-Syarat rohani meliputi :
a. Penuh Dengan Roh Kudus (Kis. 6:3)
b. Tidak bercacat (I Tim.3:C2,8 dan Titus 1:6)
c. Sudah lama bertobat ( I Tim 3:6).
d. Saleh (Titus 1:8)
2. Syarat Sosial
Syarat-Syarat sosial meliputi :
a. Suka memberi tumpangan atau peduli terhadap penderitaan orang lain (I Tim. 3:2).
b. Pendamai (I Tim. 3:3)
c. Mempunyai nama baik di luar jemaat/kampus (Kis 6:3; I Tim. 3:7-8).
3. Syarat Moral
Syarat-syarat moral meliputi :
a. Tidak memperalat organisasi untuk kepentingan politik praktis.
b. Bukan Peminum (I Tim. 3:3,8).
c. Buka hamba uang (I Tim. 3:3-8).
4. Syarat Kepemimpinan
Syarat-Syarat Kepemimpinan meliputi :
a. Bijaksana (Kis. 6:3; I Tim 3:2) : Tenang dan dapat menguasai diri serta berakal sehat.
b. Dapat menahan diri (I Tim. 3:2 dan Titus 1:8): dapat mengendalikan diri dan berkepala dingin.
c. Cakap mengajar orang (I Tim. 3:2) mampu menyampaikan Firman Allah kepada orang lain dan membimbingnya.
d. Bukan pemarah melainkan peramah (I Tim. 3:3 dan Titus 1:7) : tidak melakukan perbuatan atau perkataan yang menyakitkan dan tidak suka bertengkar.
e. Tidak angkuh (Titus 1:7) bukan orang yang suka menguasai tidak, tidak selalu ingin memilih jalannya sendiri.
f. Suka akan yang baik (Titus 1:8): mampu melihat segi yang baik dalam diri orang lain atau dalam suatu kejadian dan lebih senang mengejar kebaikan daripada kejahatan.
g. Berpegang pada perkataan yang benar (Titus 1:9).
5. Syarat organisasi:
a. Seorang yang sudah resmi menjadi pemuda/I biro Klasis kota Jayapura.
b. Seorang yang patuhi pada aturan AD/ART Gereja Kemah Injil (KINGMI) sinode Papua.
c. Seorang yang mampuh pemimpin dan menjalangkan sesuai dengan rambu-rambu Amandemen Gereja KINGMI.



By .Kobepa Marius (Ketua BF)

Jumat, 05 Agustus 2011

GEREJA KEMAH INJIL (KINGMI) SINODE PAPUA BIRO PEMUDA KLASIS KOTA JAYAPURA KOMPOSISIS BADAN PENGURUS BIRO BARU MASA BAHAKTI 2011-2016

I. PELINDUNG
1. Ketiga TriTuggal Allah.
2. Badan Pengurus Klasis Kota Jayapura.
3. Departemen Pemuda.

II. PEMBINA
1. Ev.Senior Pekey
2. Sony Kayame
3. Darius Nawipa


III. BADAN PENGURUS LENGKAP
Ketua :Daniel Adii
Wakil :Abeth Nego Yogi

Sekertaris :Naftali Magai `
Wakil Sekertaris :Metusaleh Kadepa

Bendahara :Alfret Pakage
Wakil Bendahara :Obet M Kayame Amd Ti



KOMISI-KOMISI LENGKAP BIRO PEMUDA PRIODE 2011-2016

1. KOMISI A “DOA”
Kordinator : Ev. Petrus Badokapa S. Th
Anggota :
a. Alpius MUyapa (Imanuel)
b. Hosea Nakapa (Allahninom)
c. Macle Itlay (Haleluyah)
d. Abiut Yeimo (Kalvari)
e. Marike Kegiye (Victory)
f. Tines Tabuni (Anugerah Bahari)
g. Benny Kotouki (Edoutou)
h. Steven You (Bethesda)
i. Hulepina Payage (Sion)
j. Nsdaorbertus Pakage (Karmel)
k. Abinadap Gobai (Gloria)
l. Ferdinans Edowai (Zaitun)


2. KOMISI B “DAYA”
Kordinator : MIsel gobai Dan Yeheskiel Kotouki
Anggota:

a. Sub Komisi Organisasi
1) Melkias Goo (Zebaoth)
2) Stef Iyai (Karmel)
3) Alex Pigome (Victory)
4) Laurens Adii (Eklesia)
5) Jhon Woge (Zaitun)
6) La8urens Adii (Eklesia)

b. Sub Komisi Olaraga
1) Yulep Edowai (bethel)
2) Yakobus Pigai (Gloria)
3) Frediel Gobai (Zebaoth)
4) Kaera Payage (Sion)
5) Deminiel Boma (Edoutou)

c. Sub Komisi Pembangunan
1) Marthen You (Kalvari)
2) Jufri Dogomo (onomi)
3) YUlison Gobai (Anugerah)
4) Yuneas Edowai (Bethesda)

d. Sub Komisi Pendidikan
1) Ev. Elius Matuan (Sion)
2) Yahya Keiya (Victory)
3) Jerry Nawipa (bethel)
4) Erni Wetipo (Bethel)
5) Sepi Gobai (Elesia)

e. Sub Komisi Hubungan Masyarakat
1) Nius Matuan (Sion)
2) Rendi Wetapo (Haleluyah)
3) Abimelek Gobai (Eklesia)
4) Yunus Edowai (Zaitun)
5) Laurens Adii (Eklesia)

f. Sub komisi Kesenian
1) Persekila Tenouye (Imanuel)
2) Apner Yeimo (zebaoth)
3) Zefanya Tenouye (Allahninom)
4) Eta yeimo (Zaitun)
5) Andi Pakage (Zaitun)


3. KOMISI C “DATA
Kordinator :Yanus Mirin
Anggota :
a. Yulian Wetipo (Haleluyah)
b. Nataniel kayame (Kalvari)
c. Yulianus Tenouye (Imanuel )
d. Yosep Yeimo( Edoutou)
e. Norbertus Iyai (Onomi)
f. Natan Tabuni S.T (Allahninom)
g. Anis Nawipa (Anugerah)
h. Rospince Giyai (Karmel)
i. Yosia degei (Gloria)
j. Elias Pekei (Zebaoth)


4. KOMISI D “DANA”
Kordinator :Melvin Nawipa
Anggota :
a. Abiut Mote (Bethesda)
b. Hafrena Pakage (Karmel)
c. Miyenus Payage (Bethel)
d. Vince Magai (Victory)
e. Reni Wenda (Anugerah)
f. Samuel Gobai (Allahninom)
g. Yohanes Tatogo (Edoutou)
h. Yesaya Yeimo (Imanuel)
i. Mince Mote (Kalvari)
j. Penina Tabuni (Eklesia)




By : BADAN FORMATOR

Ketua :MARIUS KOBEPA S.Th
Sekertaris :DANIEL KAYAME
Anggota :JEFRI EDOWAI S.T
:SEPI GOBAI
:MERRY KAYAME